Nilai Sebuah Perjuangan Jiwa-Saat Kebesaran Hati Mengalahkan Trauma
Adalah hal yang sangat menyakitkan, ketika seorang Ibu harus melihat buah hatinya pergi mendahuluinya. Itulah yang dirasakan Ibu Reni, ketika Agus, anak kesayangannya pergi meninggalkannya.
Kehadiran Agus masih sering dirasakannya, bahkan kebiasaan bersama Agus masih sering dilakukan, memanggil namanya bahkan menyediakan makan untuknya.
Dan saat kenyataan kembali menyadarkannya, tangis tak lagi bisa dibendungnya. Sejuta perasaan bersalah dan penyesalan terus membelenggunya, Menyesali prilakunya yang tidak memperhatikan saat anaknya membutuhkan perhatiannya. Saat Agus memutuskan bunuh diri saat pacarnya mengabaikannya.
Sejuta pertanyaan bermain di kepala Ibu Reni. Sejuta pertanyaan yang membuat dia semakin kehilangan arti hidupnya, karena putranya yang menjadi tujuan hidupnya sudah tidak ada.
Ternyata, perasaan kehilangan juga dirasakan oleh pacar Agus, Ida. Semua orang seakan menyalahkannya atas kematian Agus.
Entah kenapa, semua perasaan iba muncul di hati Ibu Reni. Ia tak ingin masa depan Ida hancur. Akhirnya, dengan besar hati, Ibu Reni datang dan memberikan dorongan yang luar biasa kepada Ida dengan mengatakan, “Kematian Agus tidak sepenuhnya salah Ida. Inilah jalan hidup Agus. Tunjukkanlah cintamu pada Agus dengan melanjutkan masa depanmu.”
SAAT TRAUMA MEMBELENGGU JIWA
Kisah lainnya seorang laki-laki berumur 40 tahun yang datang dengan perasaan cemas dan takut, tanpa tahu apa penyebabnya. Perasaan itu terus menghantuinya, hingga naluri ketakutan mendorongnya untuk mengambil tali dan bersiap-siap untuk menggantung diri.
Tapi, tiba-tiba..ia melihat seseorang datang dan membuka tali yang sudah mengikat di lehernya. Dan saat disadari, ternyata orang itu tak ada.
Ternyata, niatnya bunuh diri berasal dari trauma lima tahun yang lalu, saat ia mengalami kecelakaan. Saat itu semua orang yang terlibat meninggal kecuali dia. Dengan sekejap, kejadian itu menjadi trauma yang tersimpan rapi tanpa ada satupun yang tahu .
Kini, perasaan yang tidak nyaman itu terus menghantuinya. suatu saat ia mengambil tali untuk bunuh diri, dan di saat lain, kekuatan lain datang, mencegahnya melakukannya.. Dua kekuatan yang bertolak belakang itu terus berperang dalam dirinya dan akan muncul jika ketakutan itu datang kembali.
Bekas yang dirasakan baik bagi korban maupun yang ditinggalkan sama dalamnya. Penderitaan yang dirasakan tidak hilang begitu saja.
MEMAHAMI PRILAKU BUNUH DIRI
Memang sulit menebak niat bunuh diri seseorang, tapi dapat dilihat dari beberapa prilaku berikut:
·Menyatakan atau memberi isyarat ingin bunuh diri
·Depresi /pengguna narkoba
·Pernah melakukan usaha bunuh diri
·Ada riwayat keluarga bunuh diri
·Ada riwayat gangguan jiwa
·Terlihat bingung dengan dengan pandangan mata menerawang
·Selalu membahas masalah kematian
·Suka menyendiri
·Cenderung agresif dan impulsif
·Keadaan ekonomi yang tidak mendukung
·Riwayat mengalami kekerasan seksual
AKHIRI NIAT DENGAN POLA HIDUP SEHAT
Pola hidup sehat adalah kesadaran yang harus dicanangkan untuk mencegah keinginan melakukan bunuh diri:
·Sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan diri
·Seimbangkan kebutuhan spiritual dan material
·Seimbangkan waktu beristirahat dan bekerja.
·Sempatkan waktu untuk bersantai
·Ekspresikan emosi
·Ciptakan komunikasi dalam keluarga
·Tanamkan pada diri kalau tidak bisa hari ini, besok. Kalau tidak besok lusa.
BANTU KORBAN DAN KELUARGANYA
Berikut Cara Menangani Korban yang Pernah melakukan Usaha Bunuh Diri
·Penanganan untuk korban
·Konseling
·Psikoterapi /Hipnoterapi
·Medikamentosa
·Terapi kejang listrik
·Terapi keluarga
·Introspeksi diri
·Membangun komunikasi
Mencegah supaya kejadian itu tidak terulang lagi.
·Belajar dari pengalaman
·Memperdalam agama
·Terapi masyarakat
.Rangkul korban dan keluarganya dengan tidak menghakimi.
.Menciptakan kebersamaan dengan membangun komunikasi.
·Penanganan Orang Terdekat (teman, anggota keluarga, teman seusia, kolega)
·Memahami masalah yang terjadi
·Memahami kennyataan yang terjadi, jika korban sudah tiada
·Menyadari bahwa dunianya sudah berbeda.
·Mencegah supaya orang terdekat tidak melakukan hal yang sama.
AWALILAH DENGAN KELUARGA
Keluarga adalah awal dari perjalanan hidup.
Maka mulailah langkah dengan saling menghargai, saling mencintai, saling membutuhkan hingga tercipta komunikasi untuk mencapai kebahagiaan hidup.
Motto Hidup:
Hidup itu tantangan
Hidup itu perjuangan
Hidup itu indah
Hidup itu bahagia
Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin kalau Tuhan menghendaki
(suryani)
Pelayanan Kami
HIDUP BAHAGIA
Kabupaten Buleleng:
Kabupaten Karangasem:
Suryani Institute for Mental Health (SIMH) bekerja sama dengan The Rotary Club of Bali Ubud
Setiap krisis yang berat dapat membangkitkan keinginan untuk bunuh diri. Inilah detik saat mereka merangkak dalam kegelapan dan ingin mendapatkan pertolongan untuk terbebas dari situasi ini.