March 2009


Dibalik bukit yang masih hijau dan air telaga Yeh Malet yang tidak pernah kering, ternyata menyimpan seorang yang terpaksa harus dipasung selama lebih dari 30 tahun. Kenyataan ini terkuak pada kunjungan Layanan Hidup Bahagia dalam melanjutkan misi kemanusiaannya menangani gangguan jiwa di Karangasem, yang kali ini difokuskan di Desa Gegelang, Manggis pada Minggu (7/3) yang lalu.

penanganan-gegelang
Read the rest of this entry »

AMLAPURA, NusaBali
Selasa, 10 Maret 2009

Gangguan jiwa alias gila mendera kakek I Nyoman Wari, 69, di Dusun Belong, Desa/Kecamatan Manggis, Karangasem sejak tahun 1968. Karena galak dan suka usil, keluarganya mengucilkan dia di tengah tegalan, di mana dia hidup sendirian. Kaki kanannya dimasukkan ke lubang batang kayu yang dijepit besi.

“Saya tak bisa mengurus lagi. Makanya saya pasung di sini. Saya datang saat membawakan makanan saja,” kata I Ketut Siari, 67, adik Wari, di sela kunjungan aktivis Layanan Hidup Bahagia (LHB) Bali di lokasi pasien, Senin (9/3).
Penyakit Wari, kata Siari, sering kumat menjelang Kajeng Kliwon atau hari raya tertentu. Upaya Siari menyembuhkan penyakit saudaranya buntu. Walau dikunjungi rombongan Layanan Hidup Bahagia, dipimpin psikiater Prof Dr dr Luh Ketut Suryani SpKJ, namun Siari masih ragu terhadap kesembuhan kakaknya.

Read the rest of this entry »

Merasa tidak bertenaga, bersalah, sulit dalam berpikir dan mengambil keputusan hingga pikiran terus menerus akan kematian atau bunuh diri sekarang ini tidak jarang dialami oleh mereka yang mengalami suatu permasalahan. Hal ini terungkap pada “Seminar Gangguan Depresi” sebagai rangkaian Seminar Kesehatan Mental 2009 yang digelar oleh Suryani Institute for Mental Health pada Sabtu (7/3) pukul 09.00-12.00 Wita di Wantilan DPRD Bali, Renon.

dsc_8215
Read the rest of this entry »

AMLAPURA, NusaBali
Senin, 2 Maret 2009

Walau 248 balian (dukun) telah didata di Karangasem, namun dr Cok Bagus Jaya Lesmana SPKJ, aktivis Layanan Hidup Bahagia (LHB) Bali, sulit memanfaatkan mereka untuk menangani pasien gangguan jiwa yang jumlahnya membludak yakni 899 orang. “Rata-rata balian itu menolak diajak kerja sama menangani kasus gangguan jiwa,” kata Cok Bagus, di sela-sela melakukan pengobatan gratis untuk penyakit gangguan jiwa di Desa Culik, Kecamatan Abang, Minggu (1/3).

Sebab, kata Cok Bagus, kalangan balian memiliki anggapan, gangguan jiwa itu disebabkan faktor niskala. “Padahal gangguan jiwa itu sebenarnya bisa diobati secara medis. Sebab, pikiran yang terganggu bisa disembuhkan,” tambahnya.

Read the rest of this entry »